Sunday, 21 May 2023

Iblis Moyang Syaitan Bukan Moyang Jin

Ada juga yang berpendapat bahawa Iblis adalah bapa kepada seluruh Syaitan dan bukan bapa kepada Malaikat atau Jin.

8 comments:

  1. ---------------------
    Ulama Berselisih Pendapat : Siapakah sebenarnya moyang Jin adakah Iblis atau Jan
    ---------------------
    BEBERAPA ulama berbeda pendapat tentang siapakah sebenarnya bapak moyang jin. Dari beberapa nash Alquran yang menyangkut masalah jin, tidak satu pun yang menyebutkan nama tertentu yang dapat disebut sebagai bapak moyang jin.

    ReplyDelete
  2. ------------------
    Pendapat 1 - Iblis Moyang Jin
    ------------------
    Sebagian ulama yang mendalami alam jin menyebutkan bahwa bapak moyang jin adalah iblis dan ada juga yang berpendapat bahwa bapak moyang mereka adalah al-Jan. ulama yang menyatakan bahwa bapak moyang jin adalah iblis, berdasarkan pada nash Alquran yang menyatakan,
    وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
    Sesuai dengan kaidah tata bahasa Arab, kata kaana dalam ayat itu berarti “dia adalah satu-satunya” dan kata jinni dalam nash tersebut menunjukkan bahwa jin yang berada bersama-sama malaikat pada saat itu berjumlah hanya satu. Jin itulah yang membangkang dan tidak bersedia sujud kepada Adam as. karena itu, Allah menyebutnya dengan sebutan “iblis” yang berarti makhluk yang putus asa atau putus harapan. Karena dia adalah satu-satunya jin yang ada ketika Adam diciptakan, beberapa ulama berpendapat bahwa iblis adalah bapak moyang jin dan juga menjadi bapak moyang setan.

    ReplyDelete
  3. ---------------
    Pendapat 2 - Moyang Jin ialah Jaann
    ---------------
    Adapun ulama yang berpendapat bahwa nenek moyang jin adalah al-Jan, mereka berkeyakinan bahwa nenek moyang jin berjumlah tidak hanya satu, tetapi lebih dari satu atau banyak. Penciptaan jin adalah seperti penciptaan malaikat dan tidak seperti penciptaan manusia. Nash yang mengisyaratkan bahwa jumlah nenek moyang jin itu banyak adalah:
    وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ
    “Dan kami menciptakan al-Jan sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. al-Hijr : 27) - Al-Jan dalam ayat itu berarti jin yang diciptakan Allah pada permulaan penciptaannya berjumlah tidak hanya satu, tetapi banyak

    ReplyDelete
  4. ----------------
    Satu Pendapat ( dlm tafsir Jalalin ) - Iblis Sejenis Malaikat
    ----------------
    (Dan ingatlah ketika) lafal Idz dinashabkan oleh lafal Udzkur yang tidak disebutkan (Kami berfirman kepada para Malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam)" dengan cara membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan kepadanya, bukan dengan cara meletakkan kening (maka sujudlah mereka kecuali iblis, dia adalah segolongan dari jin) menurut suatu pendapat dikatakan bahwa iblis itu adalah sejenis malaikat. Berdasarkan pengertian ini maka istitsnanya adalah Muttashil. Menurut pendapat yang lain Istitsna ini adalah Munqathi'. Berdasarkan pengertian ini maka iblis adalah biang jin, ia mempunyai keturunan yang telah disebutkan sebelumnya, sedangkan Malaikat tidak mempunyai keturunan (maka ia mendurhakai perintah Rabbnya) artinya, iblis itu membangkang tidak mau taat kepada-Nya, karena ia tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. (Patutkah Engkau mengambil dia dan turunan-turunannya) pembicaraan ini ditujukan kepada Nabi Adam dan keturunannya, dan Dhamir Ha pada dua tempat kembali kepada iblis (sebagai pemimpin selain daripada-Ku) yang kemudian kalian taati mereka (sedangkan mereka adalah musuh kalian?) menjadi musuh. Lafal 'Aduwwun berkedudukan menjadi Hal karena bermakna A'daa-an. (Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti Allah bagi orang-orang yang lalim) yakni iblis dan keturunannya untuk ditaati sebagai pengganti taat kepada Allah.

    ReplyDelete
  5. -------------------
    Khliaf Ulama samada Iblis dari bangsa Malaikat atau Jin
    -------------------
    هذا فيه خلاف بين العلماء معروف، بعضهم قال: إنه من الملائكة، ثم طرد، ولعن، وبعض أهل العلم قال: إنه من الجن، وأن الطائفة التي كان منها هم الجن، ولهذا قال -جل وعلا-: إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ [الكهف:50] فبين سبحانه أنه كان من الجن، والجن هم المعروفون، هم الثقل الثاني.

    قال بعض أهل العلم: وهو أبوهم، كما أن آدم هو أبو الإنس، فهو أبو الجن، وفيهم الشياطين، وهم المردة، ولكن قال بعض أهل العلم: إن الجن طائفة من الملائكة يقال لهم: الجن؛ لأنهم استجنوا، اختفوا، فقيل لهم: الجن، وهم من الملائكة، وهذان القولان مشهوران، ولكن جماعة من المحققين يرجحون أن الجن غير الملائكة، وأنه كان مع الملائكة يصلي معهم، ويتعبد معهم، فعمه الأمر، فلما أبى، وفسق، وتكبر؛ لعن وطرد -نعوذ بالله- وصار من ذريته الشياطين، والجن منهم المؤمن، ومنهم الفاسق، ومنهم الكافر، كما قال تعالى: وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ [الجن:11].

    ReplyDelete
  6. -----------------
    Hasan basri - Iblis Bukan Malaikat tapi Asal Jin
    -----------------
    ال اللهُ تعالى: وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ [الكهف: 50] . فإبليسُ لَم يَكُن مِنَ المَلائِكةِ وإنَّما هوَ مِنَ الجِنِّ، والِاستِثناءُ في الآياتِ استِثناءٌ مُنقَطِعٌ. عَنِ الحَسَن البَصْريِّ قال: (ما كانَ إبليسُ مِنَ المَلائِكةِ طَرْفةَ عَيٍن قَطُّ، وإنَّه لَأصلُ الجِنِّ كما أنَّ آدَمَ أصلُ الإنسِ) [4417] يُنظر: ((تفسير ابن جرير)) (1/ 539). .

    ReplyDelete
  7. --------------------
    Kupasan Durar Saniyah tentang Iblis
    --------------------
    https://dorar.net/aqeeda/1278/%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B7%D9%84%D8%A8-%D8%A7%D9%84%D8%AB%D8%A7%D9%84%D8%AB-%D8%A7%D9%84%D8%AC%D9%86%D8%B3-%D8%A7%D9%84%D8%B0%D9%8A-%D9%85%D9%86%D9%87-%D8%A5%D8%A8%D9%84%D9%8A%D8%B3%C2%A0

    ReplyDelete
  8. Menurut Ibnu 'Abbas, yang dimaksud dengan jan (jin) dalam ayat ini ialah bapak dari segala jin, sebagaimana Adam adalah bapak dari segala manusia. Sedang Iblis adalah bapak dari segala setan.

    ReplyDelete

001 Kitab Talbis Iblis [ تلبيس إبليس ] Karangan Imam Ibnu al-Jauzi

 001 Kitab Talbis Iblis [ تلبيس إبليس ]  Karangan Imam Ibnu al-Jauzi